7 Fakta Tentang Bank Wakaf Mikro

0
57
7 Fakta Tentang Bank Wakaf Mikro

Ingin tahu beberapa fakta dari Bank Wakaf Mikro ?

Di Indonesia telah hadir BWM atau lebh dikenal dengan Bank Wakaf Mikro. Bank ini didirikan untuk membantu masyarakat kecil yang belum tersentuh oleh lembaga formal (perbankan) yang khususnya mereka yang tinggal didaerah pelosok pelosok atau pun pedesaan.

Apa Bank Wakaf Mikro itu..?

BWM (Bank Wakaf Mikro) adalah lembaga keuangan mikro syariah yang didirikan atas izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan untuk memberikan pinjaman modal usaha kepada masyarakat kelas menengah kebawah atau masyarakat kecil.

Pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) inipun dilakukan melalui pesantren pesantren yang tersebar di Indonesia dan yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada masa presiden Jokowi, Bank wakaf Mikro pertama kali hadir di negeri ini pada Oktober 2017. Jarak 2 bulan pada bulan desember 2017, BWM berhasil mengumpulkan nasabah sebanyak 827 nasabah.

Setelah diresmikan pada awal Maret 2018, Bank Wakaf Mikro ini mengalami petumbuhan yang sangat pesat. Sebanyak 20 Bank Wakaf Mikro berhasil mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berhasil mempunyai nasabah pada awal Maret 2018.

Dan pada akhir Desember 2018 sebanyak 41 BWM yang telah mempunyai izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mencatatkan sebanyak kurang leih 8000 nasabah.

7 Fakta Tentang Bank Wakaf Mikro
Source : www.ojk.go.id

Yang mendasari untuk mendirikan BWM ini adalah menjawab kesulitan masyarakat pedesaan atau yang bertempat tinggal di plosok plosok yang sulit medapatkan akses layana bank, padahal mereka ini juga ingin mendapatkan pinjaman tanpa jaminan dan mudah diakses untuk dijadikan modal usaha , investasi dan sebagainya.

kunjungi di sini : https://www.ktinpremium.com/

Tujun utama didirikan BWM yang merupakan Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah adalah untuk mengurangi kemiskinan dan membant masyarakat kecil lebih mudah medapatkan pinjaman sehingga mereka semakain maju dalam mengembangkan dan menjalankan usahanya.

Adapun berikut 7 fakta tentang Bank Wakaf Mikro :

Nasabah hanya kalangan tertentu.

Calon nasabah yang bisa mengjaukan pinjaman di BWM ialah masyarakat yang sulit memiliki akses ke bank, seperti halnya mereka yang tinggal dipelosok desa yang jauh dari jangkauan perbankan. Dimana mereka belum pernah sama sekali mengenal lembaga keuangan formal seperti perbankan serta produknya.

Syarat Utama Peminjam harus sebuah kelompok.

Untuk menghindari kesalahan pengunaan dana pinjaman, maka Banj waaf Mikro mewwajibkan peminjam dana berbetuk kelompok usaha yang berisi sekita 3-4 orang atau bahkan lebih.

Fasilitator yang Utama adalah Pesantren.

Perbedaan antara bank wakaf mikro dan bank umum adalah pengelolanya. BWM dikelola langsung oleh orang yng menjadi sebuah bagian di pesantren yang tentunya pesantren tersebut sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan Untuk menjelaskan tentang Bank Wakaf Mikro.

Pesantren dipilih karena diwilayah pelosok pedesaan selalu ada pesantren, tentunya lingkup pesantren lebih familiar sehingga bisa dekat dengan masyarakat di pedesaan dan untuk melakukan sosialisasi dan distribusi pendanaan jadi lebih mudah.

Sistem bagi hasilnya setara 3%

Pembiayaan yang dilakukan tidak membebani bagi hasil tetapi menggunakan sistem bagi hasil yang setara 3% untuk pinjaman yang disalurkan pada masyarakat. Bank waka mikro juga memberikan pinjaman sebesar 3juta rupiah akan tetapi harus dengan persyaratan dan kriteria khusus. Peminjam pun sebelumnya harus melalui proses seleksi, sosialisasi dan pembinaan terlebih dahulu mengenai usaha apa yang dikembangkan, dan siapa saja sumber daya manusianya untuk bisa mendapatkan pinjaman dari BWM.

baca juga : Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Donatur Bukan Investor

Para penyumbang modal untuk BWM yaitu orang orang yang benar benar memiliki keinginn untuk membantu memperbaiki ekonomi masyarakat kelas bawah yang mempunyai penghasilan dibawah rata rat marjin 3% dan tujuannya sistem ini murni untuk menolong bukan mencari keuntungan.

Pembinaan Usaha khusus bagi para nasabah.

Para nasabah akan dilatih mulai dari cara mengelola usaha, uang maupun memulai bisnis atau usaha secara berkelompok dll. Penggunaan dana pinjaman ini sangat dilarang apabila digunakan selain untuk modal usaha.

Bisa dilakukan oleh kelompok agama lain.

Walau dijalankan oleh pesantren, bukan bersrti pengajuan pinjaman hanya dibatasi oleh agama tertentu. Akan tetapi kelompok agama lain juga bisa mengajukan pinjaman.

Bank Wakaf mikro ini untuk membangun ekonomi Bangsa dan untuk memberantas Lintah Darat. Ekonomi masyarakat di pedesaan bisa dibangun dan pengurangan kemiskinan bisa lebih cepat teratasi dengan salah satunya memberikan akses bank dan produk keuangan yang ramah dan sosialisai yang tepat sasaran.

Pemerintah dalam memberikan pinjaman bank wakaf tak hanya memberikan pnjaman serta memberikan wawasan tambahan akan tetapi juga agar masyarakat terhindar dari yang namanya Lintah darat yang sangat merugikan masyarkat terutama dikalangan masyarakat kelas bawah.