4 Cara Memilih Bisnis Waralaba yang Benar

0
67
4 Cara Memilih Bisnis Waralaba yang Benar

Bagaimana cara memilih bisnis waralaba yang benar ?

Sebelum jauh membahas memilih waralaba yang benar, mari kita ketahui dulu apa wiralaba itu..?

Dari wikipedia, wiralaba adalah hak hak untuk menjual suatu produk ata jasa maupun layanan.

Menurut Pemerintah Indonesia, wiralaba mempunyai arti perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang diterapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan atau penjualan barang dan jasa.

Baca juga : https://www.ktinpremium.id/finansial-yang-aman-dan-nyman/

Menurut AFI (Asosiasi Franchise Indonesia) waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang dan jasa kepada pelanggaran akhir dengan pelaku waralaba (franchisor) yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merk, sistem, nama, prosedur dan tata cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu, meliputi area tertentu.

Bisnis waralaba ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 42 tahun 2007 tentang waralaba. Adapun peraturan yang lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba antara lain :

Keputusan menteri Perindustrian dan perdagangan RI no. 259/MPP/KEP/7/1997 pada tanggal 30 Juli 1997 tentang ketentuan Tata Cara Pelaksanaan.Peraturan Mentri perindustrian dan perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang penyelenggaraan Waralaba. Undang Undang (UU) No. 14 tahun 2001 tetang Paten. Undang Undang (UU) No.15 Tahun 2001 tentang merk. Undang Undang No.30 Tahun 2000 tentang rahasia dagang.

Adapun pihak yang berinteraksi dalam bisnis waralaba dalam bahasa inggris sering disebut dengan Franchising atau dalam bahasa perancis disebut juga Franchise. Franchisor atau pemberi waralaba biasanya berupa badan usaha atau perorangan yang mempunyai konsep, merk dan produk.

Franchise atau penerima waralaba adalah suatu badan usaha atau orang yang mendapatkan hak untuk memproduksi konsep dari franchisor yang mana franchise terikat dengan kontrak atau perjanjian yang telah di sepakati sebelumnya.

Franchise ini berkomitmen untuk menghormati setiap konsep, gagasan, spesifikasi dan peraturan yang diberikan oleh pihak franchisor. Dalam proses kerjasama yang pada umumnya, para pihak pemberi waralaba dapat memberikan arahan atau bimbingan tentang tekhnis usaha. manajemen maupun dari segi penjualan atau pemasaran produk kepada pihak penerima waralaba.

Nah sekarang bagaimana cara memilih bisnis waralaba yang benar.?

Bisnis waralaba bisa juga gagal, yang pada dasarnya waralaba adalah ikatan bisnis dimana salah satu pihak diberi kebebasan untuk menggunakan hak dalam penyediaan dan pemanfaatan barang atau jasa yang dimiliki oleh pihak lain.

Antara Franchisor dan franchise di sini bebagai brand yang sama, aka tetapi tidak saling terkait antara satu sama yang lain. Franchisor sibuk mengembangkan bisnis waralabanya, sedangkan franchise menjual produk atau jasa sesuai dengan ketentuan franchisor.

Berikut ini ada beberapa cara memilih bisnis waralaba yang benar berdasarkan pengalaman para pebisnis.

Yang pertama.

Jangan memilih bisnis waralaba yang belum teruji. jika bisnis baru belum memiliki mitra, maka kamu belum sepenuhnya mengerti seperti apa sistem dsn proyeksi keuntungannya. Ada satu hal yang mungkin anda lupakan adalah bisnis yang diwaralabakan juga haru sudah terbukti berhasil dan diminati oleh masyarakat.

Yang artinya pelanggan bukan hanya sekali membeli namun menjadi langganan dan membeli produk anda berulang kali. Oleh karena itu kami sarankan jangan gegabah dalam membeli bisnis waralaba. karena disini artinya anda membeli sistemnya bukan hanya produk atau jasanya saja.

Yang kedua.

Hindari memilih Bisnis waralaba dengan franchise fee atau dengan royalti tinggi memang tidak salah memilih bisnis yang sudah mapan dalam berbisnis. Yang dimaksud mapan disini mempunyai merk yang sudah terkenal dn mempunyai siste yang sudah teruji. Akan tetapi bisnis seperti ini biasanya mempunyai frachise fee atau royalti yang tinggi. Dengan royalti yang tinggi yang menjadi modal awal anda memulai bisnis maka jelas bahwa hal ini akan berdampak pada mundurya waktu kembali modal tersebut.

lebih menarik lagi klik disini : https://www.ktinpremium.com/

Yang ketiga.

Jangan memilih bisnis waralaba dengan perjanjian bahan baku yang mahal. Demi menjaga customer exprience ini, tak jarang para franchisor mengikat franchise agar selalu membeli bahan baku hanya darinya, tetapi sayangnya harga yang diberikan lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Yang ke empat

Jangan Memilih Bisnis Waralaba yang Sedang Menurun. Persepsi kedua merupakan anggapan bahwa membeli waralaba usaha yang sedang menurun dengan harapan menyelamatkan bisnis dan memperbaiki kondisinya kembali.

Tentunya karena ini akan menyebabkan kesulitan bagi Anda dalam membangun bisnis yang baik, terlebih setelah melihat tren penjualan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan sedang kurang diminati.

Baca Juga Artikel Lainnya :

Peluang bisnis yang menjanjikan di 2019