Ekonomi Syariah Ditinjau Dari Keuangan Konvensional

0
144

Seiring perkembangan waktu serta  kebutuhan masyarakat yang dinamis, kini telah hadir istilah bank syariah yang sudah banyak ditemukan disekitar kita. Tidak tanggung-tanggung, istilah bank syariah dan Ekonomi Syariah sudah sangat populer dan dianggap sudah sesuai dengan nasabah muslim yang sangat memperhatikan syariat Islam dalam kehidupannya.

Tak bisa kita pungkiri, bahwa masih ada masyarakat awam yang kurang familiar dengan adanya Bank Syariah dan Ekonomi Syariah.

Masih banyak orang yang bertanya apa sih itu Bank Syariah? Apakah benar benar sesuai Syariah atau sama saja dengan Bank Konvensional yang sudah ada selama ini? Perbedaannya dimana antara Bank Konvensional dengan Bank Syariah?

Secara umum Bank Konvensional lebih banyak  ditemukan disekitaran masyarakat dan masyarakat pula sudah familiar sekali dengan aturan mainnya.

Saat ini mungkin perlu edukasi yang baik kepada masyarakat tentang Bank Konvensional dengan Ekonomi Syariah. Karena keduanya jelas sekali memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Hal inilah yang harus dicermati masyarakat untuk bahan pertimbangan memilih yang paling tepat diantara keduanya.

Untuk memutuskan memilih layanan perbankan yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan dalam kehidupan kita, ada baiknya kita kenali dahulu perbedaan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah itu sendiri. Hal ini akan memudahkan kita untuk mengambil keputusan, terutama jika kita memiliki kebutuhan terhadap fasilitas perbankan.

Bagaimanapun juga, jika kita menenemukan layanan perbankan yang sesuai dengan harapan kita, maka kita sebagai nasabah pun kelak akan tenang saat menggunakannya.

Tidak dimungkiri, bahwa hingga saat ini pengguna Bank Konvensional lebih tinggi dari pada pengguna Bank Syariah. Hal tersebut bisa disebabkan beberapa faktor, termasuk diantaranya adalah kekurang fahaman masyarakat terhadap berbagai fasilitas yang terdapat dalam Bank Syariah. Padahal, apabila ditelisik lebih dalam lagi, Bank Syariah juga memiliki hampir semua layanan keuangan seperti yang dimiliki oleh Bank Konvensional.

5 Prinsip dan perbedaan Bank Konvensional dengan Bank Syariah yaitu :

1. Fungsi serta Kegiatan Bank

Dalam menjalankan semua kegiatannya, Bank Konvensional berfungsi untuk menyediakan jasa keuangan dan juga sebagai intermediasi. Sedangkan untuk Bank Syariah selain untuk menjadi intermediasi juga memiliki fungsi sebagai Manager Investasi, Investor Social dan juga sebagai penyedia jasa layanan keuangan.

Jika melihat sistem kerja operasional dari Bank Syariah, jelas sekali Bank Syariah menganut sistem Syariat Islam. Hampir secara keseluruhan operasional Bank Syariah ilakukan berdasarkan ketentuan perundang undangan yang berlaku yang diantaranya melalui Fatwa MUI yang diambil berdasarkan ketentuan ketentuan Syariat Islam.

Baca juga : Riba Dalam Keputusan Fatwa MUI

Sementara didalam operasional Bank Konvensional tidak berlaku aturan Syariat Islam tetapi mengacu pada standart operasional perbankan yang telah ditetapkan Pemerintah dan tunduk pada aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

 2.  Prinsip Dasar Syariah

Pada semua kegiatan usaha, pastinya ada prinsip yang menjadi dasar serta menjadi pegangan dalam menjalankan roda kegiatan. Begitu pula yang terjadi dalam pengoperasinalan Bank Konvensional maupun Bank Syariah.

A.  Prinsip pertama adalah bebas nilai bagi Bank Konvensional sedang Bank Syariah menjunjung tinggi prinsip Syariah Islam yang menyatakan tidak ada pembebasan nilai.

B.  Prinsip kedua adalah mengenai pandangan terhadap uang. Bank Konvensional melihat uang satu sisi saja yaitu sebagai komoditas. Hal arti, uang hanya sebagai barang yang dapat diperjual belikan. Sedangkan Bank Syariah memandang uang sebagai alat tukdar. Dalam Bank Syariah, dana nasabah yang diterima dalam titipan ataupun investasi tidak bisa dikelola secara bebas oleh Bank Syariah pada semua lini bisnis nya secara sembarangan. Karena Bank Syariah terpatri hanya sesuai dengan Syariah dalam menjalankannya.

C.  Prinsip ketiga ialah mengenai dana yg disimpan nasabah. Bank Konvensional, uang nasabah kan bertambah dengan adanya pemberian bunga dari pengelolaan pihak bank. Sedang bank Syariah menolak sistem tersebut namun menerapkan bagi hasil dalam sistemnya.

Baca juga : Macam-Macam Riba an Hukumnya Menurut Islam

3. Likuiditas Jangka Pendek

Bank Konvensional maupun Bank Syariah memiliki likuiditasnya dari dua sumber, yaitu Pasar uang an Bank Sentral. Bank Sentral dalam hal ini adalah Bank Indondesia.

Yang membedakan likuiditas Bank Konvensional dengan Bank Syariah terletak pada pasar uang. Dimana bila Bank Konvensional pada pasar uang bebas mendapatkan dari emiten mana saja, sedang Bank Syariah hanya mengambil dari pasar uang yang menerapkan prinsip Syariah saja.

4. Resiko Usaha

Bank Syariah menerapkan sistem “BERAT SAMA IPIKUL, RINGAN SAMA DIJINJING” dalam resiko usahanya. Lain halnya dengan Bank Konvensional yang tidak berurusan dengan resiko yang akan dihadapi nasabahnya.

5. Struktur Pengawas

Semua Bank memiliki Dewan Pengawas yang tersusun dalam struktur organisasi Bank tersebut agar tidak melenceng dari tujuan dan fungsinya.

Dalam Bank Syariah dewan pengawasnya lebih kompleks, selain Dewan Komisaris, ada juga Dewan Pengawas Syariah hingga Dewan Pengawas Syariah Nasional.

Dari uraian diatas hendaknya masyarakat lebih bisa memahami konsep, fungsi dan tujuan antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional.

Bijak bagi masyarakat dalam memilih bank mana yang akan dijadikan tempat transaksi yang sesuai dengan kebutuhannya.