Kebangkitan Ekonomi Indonesia Setelah Reformasi 98′

0
110
Kebangkitan Ekonomi Indonesia Setelah Reformasi 98'

Kebangkitan Ekonomi Indonesia dari Reformasi 98 hingga sekarang.

Kebangkitan Ekonomi Indonesia setelah Reformasi 98′ – Indonesia pada masa pemerintahan Orde baru diawali dengan krisis moneter/depresiasi rupiah sejak semester ll tahun I997. Pada saai itu, kinerja perekonomian Indonesia menurun tajam dan berubah menjadi krisis yang berkepanjangan di berbagai bidang.

Semakin burukya kondisi ekonomi nasional tersebut membuat semakin melemahnya perkenomian naional, terutama ditingkat mikro. Selain itu , pengelolaan perekonomian da sektor usaha juga kurang effisien serta sise perbankan yang sangat rapuh menyebatkan pergerakan nilai tukar berubah menjadi krisis utang swasta dan perbankan.

Setelah negri ini krisis terjadilah unjuk rasa besar besar pada tahun 98. penyebab unujuk rasa tersebut ialah krisis yang melanda berbagai aspek dari kehidupan, ekonomi politik, hukum, kepercayaan serta krisis kebutuhan pokok.

Dan akhirnya muncullah gerakan gerakan mahasiswa serta ormas ormas yang turun kejalan untuk meminta presiden Soeharto turun dari jabatannya.

baca juga :ulama jakarta gelar halaqah penguatan ekonomi umat dan nkri

Akibat desakan dari mahasiswa serta ormas terseut akhirnya presiden soeharto mundur dari kursi kepresidenan, dan jabatan presiden diserahkan kepada wakilnya yaitu B.J Habibie. Hal tersebut didasarkan pada pasal 8 UUd1945.

Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Setelah Habibie didaulat menjadi presiden, mulailah kebangkitan ekonomi yang perlahan berubah kearah yang lebih baik.

Meskipun presiden ketiga ini hanya menjabat sebentar, kepemimpinan pak Habibe sangat bagus. dalam waktu singkat mampu menyelamatkan krisis moneter yang terjadi pada masa orde baru.

Selain upaya dalam bidang politik, ada juga upaya yang dilakukan dalam bidang ekonomi, di antarnya:

  • Merekapitulasi perbankan dan menurunkan inflasi,
  • Merekonstruksi perekonomian nasional,
  • Melikuidasi bank-bank bermasalah,
  • Membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional
  • Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga dibawah Rp 10.000,-
  • Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli atau persaingan tidak sehat
  • Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Masa Pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

K.H Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjabat mulai dari tahun 1999 sampai 2001. Terpilihnya Gus Dur sebagai presiden tidak terlepas lho dari peran MPR yang pada saat itu menolak laporan pertanggungjawaban Presiden Habibie.

Ketika gus dur memimpin Perekonomian Indonesia muai membaik dibandingkn sebelumnya. Laju pertumbuhan PDB mulai positif, laju pertumbuhan ekonomi yang hampir mencapai 5% membuat kebangkitan ekonomi setelah reformasi mulai terlihat.

Disamping membaiknya ekonomi di era gusdur ini, ada segelintir orang yang tidak menyukai cara gus dur bekerja. Banyak menganggap kebijakan Gus dur yang kontroversi, Hingga akhirnya Gusdud dituduh atau difitnah ikut dalam Buloggate.

Dalam tuduhan itu akhirnya Gusdur dipaksa lengser dari kursi Kepresiden. Meskipun Tuduhan tersebut tidak terbukti sampai sekarang.

Masa Pemerintahan Megawati Soekarno putri.

Pada pemerintah megawati ini pertumbuhan ekonomi Indonesia secara bertahap terus meningkat dari tahun ke tahun. pada tahun 2002, pertumbuhan ekonomi mencapa 4,5% ari 3,64% pada tahunn sebelumnya.

Kemudian, pada 2003, ekonomi tumbuh menjadi 4,78 persen. pada masa akhir pemerintahan Megawati soekarno putri pada tahun 2004, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 persen.

Tingkat kemiskinan pun terus turun dari 18,4 persen pada 2001, 18,2 persen pada 2002, 17,4 persen pada 2003, dan 16,7 persen pada 2004.Perbaikan yang dilakukan pemerintah saat itu yakni menjaga sektor perbankan lebih ketat hingga menerbitkan surat utang atau obligasi secara langsung.

Masa Pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono.

Diawal pemerintahan pertumbuhan ekonomi pada masa SBY ini relatif stabil. pertumbuhan ekonomi diawal pemerintahan ini sangat menggembirakan yaitu 5,69% pada tahun 2005. Pada 2006, pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit melambat jadi 5,5 persen. Di tahun berikutnya, ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6 persen, tepatnya 6,35 persen.

Pada 2009, di akhir periode pertama sekaligus awal periode kedua kepemimpinan SBY, ekonomi Indonesia tumbuh melambat di angka 4,63 persen.

Meski begitu, Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi walaupun melambat. Pada tahun itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk tiga terbaik di dunia. pada saaat tahun 2010, ekonomi indonesia tumbuh dengan capaian 6,22%. pemerintah saat itu juga ulai membangun rencana percpatan pembanguna ekonomi indonesia jangka panjang.

Memasuki tahun 2011, ekonomi Indonesia tumbuh 6,49%, berlanjut dengan pertumbuhan ekonomi diats 6% pada tahun 2012. namun perlambatan pertumbuhan ekonomi kembli terjadi setelah itu dengan capaian 5,56% pada tahun 2013 dan 5,01% pada tahun 2014.

Masa Permerintahan Presiden Joko Widodo

Estafet kepemimpinan negeri ini dilanjutkan oleh seorang tukang kayu yang berasal dari solo yaitu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menunjukkan kinerja yang sangat baik di bidang ekonomi, khususnya yang berorientasi pada kesejahteraan sosial, keadilan ekonomi dan stabilitas harga.

Segera setelah Jokowi mengambil alih kursi kepresidenan Indonesia pada tahun 2014, ia menghadapi upaya pengurangan kemiskinan yang stagnan dan tingkat kesenjangan yang sangat tinggi.

Untuk mengatasi masalah ini, Jokowi mengandalkan dua inisiatif kebijakan sosial: memperluas cakupan program bantuan sosial dan mendistribusikan dana Desa, yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan penduduk desa itu sendiri

Kesenjangan sosial di era Jokowi lebih baik dibanding era pendahulunya Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, hal itu bukan karena pertumbuhan rakyat miskin, melainkan karena semakin meningkatnya kesejahteraan kelas menengah.

Pada Masa Permerintahan Presiden Joko Widodo

Dalam tiga tahun pertama pemerintahan Jokowi, kelas menengah yang mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan orang miskin dan orang kaya, yang menjelaskan penurunan kesenjangan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Ada beberapa program bantuan sosial yang merupakan kelanjutan dari pemerintah sebelumnya. diantaranya penerimaan kartu indonesia pintar. penerima kartu indonesia pintar inii sekitar 19,7 juta siswa.

Di era jokowi juga melanjutkan program beras ersubsidi untuk rakyat miskin atau beras sejahtera,dimana setiap rumah tangga berhak untuk membeli 10-20 kg beras perbulan dengan harga subsidi sebesar Rp16.000/kg.

Selanjutya pemerintah jokowi mengimplementasikan program Bantuan Langsung Sementara Masrakat dengan jumlah nilai rp.1jt untuk per rumah tangga selama 8 bulan. Pada tahun 2017, program ini mencakup 15,8 juta rumah tangga.

Sebagai perbandingan, program Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan dana sekitar Rp1,9jt per rumah tangga setiap tahun. Pemerintah Jokowi secara substansial memperluas cakupan program ini dari 2,8 juta rumah tangga pada 2014 menjadi 10 juta rumah tangga pada 2018.

Sementara itu, Dana Desa telah mulai berlaku pada tahun anggaran 2015. Penggunaan Dana Desa ditentukan oleh penduduk desa secara musyawarah, yang kemudian secara resmi diusulkan dalam rencana pengeluaran desa.

Sebagian besar 70 persen dana mereka untuk pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan desa. Hanya sejumlah kecil uang yang telah dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan mata pencaharian dan fasilitasi. Masih banyak program yang dicanangkan oleh jokowi untuk kebangkitan ekonomi negeri ini.

baca juga : pesantren sebagai kebangkitan ekonomi umat-2019