Membahas Lengkap Sejarah Bendera Merah Putih

0
7
sejarah bendera merah putih

Sejarah Bendera Merah Putih dan Aturannya Lenkap – Bendera merupakan bendera yang mewakili dan melambangkan suatu negara.

Bendera Negara Indonesia adalah Sang Merah Putih, Sang Saka Merah Putih, Merah Putih, atau kadang juga disebut Sang Dwiwarna (dua warna). Bendera Negara ini berbentuk persegi panjang yang ukuran lebarnya 2/3 (dua pertiga) dari panjangnya. Bagian atasnya berwarna merah sedangkan bagian bawahnya berwarna putih yang kedua bagiannya memiliki ukuran yang sama.

Bendera kebanggaan Indonesia merangkum nilai-nilai kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme.

Bagaimana Sejarah Bendera Merah Putih?

Pada Zaman dulu, bendera merah putih ini dipakai oleh kerajaan-kerajaan kuno yang ada di Indonesia.

Katanya, warna merah dan putih dalam bendera negara indonesia terinspirasi dari warna panji Kerajaan Majapahit dengan 9 garis merah dan putih.

warna bendera ini sebelumnya juga pernah digunakan saat Jayakatwang melawan kertanegara yang berasal dari Kerajaan Singosari.

Ketika perang dia Aceh dulu, pejuang-pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang terdapat gambar pedang, bulan sabit, matahari, bintang, serta beberapa ayat suci AL-Quran.

Pada perang Jawa pada 1825-1830 M. Pangeran Diponegoro menggunakan panji-panji yang berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Setelah itu, warna-warna ini dihidupkan kembali para mahasiswa dan kemudian nasionalis pada awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda.

Bendera merah putih pertama kalinya digunakan di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintah kolonialisme, bendera ini dilarang digunakan. Pada saat itu Indonesia sedang dalam penjajahan Belanda dan pengibaran bendera dilarang oleh para tentara Belanda.

Tahun 1940 Jepang menginvasi Indonesia. Gerakan-gerakan nasionalisme pun mulai bermunculan.

17 Agustus 1945

Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 (saat kemerdekaan Indonesia) di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada saat itu Soekarno menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Yang menjahit Bendera Merah Putih untuk pertama kali adalah Ibu Fatmawati, istri dari Presiden Soekarno.

Bahan Bendera Merah Putih ini dari katun Jepang yang berukuran 276 x 200 cm.

Bendera ini dikibarkan hanya pada saat 17 Agustus saja pada tahun 1946-1968.

Sejak tahun 1969, bendera ini tidak berkibar lagi karena sobek, dan bendera ini disimpan di Istana Merdeka

Bendera Merah Putih dikibarkan lagi setelah tahun 1969 berupa duplikat (terbuat dari sutera) dan dikibarkan setiap tanggal 17 Agustus.

Apa Arti dari Bendera Sang Saka Merah Putih?

sejarah bendera merah putih

Bendera sang saka merah putih Indonesia melambangkan semangat Indonesia agar bisa lepas dari penjajahan Belanda.

Merah yaitu berani, berani melawan penjajah.

Putih melambangkan kesucian/ suci, niat suci para pahlawan dan rakyat membela serta memperjuangkan kemerdekaan negeri Indonesia tercinta.

Dalam Undang Undang Dasar 1945 Pasal 35, Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.

Pengibaran bendera merah putih bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan dan mensyukuri atas kemerdekaan Indonesia yang telah diberikan tuhan.

Apa Aturan tentang Pengibaran Bendera Merah Putih ?

Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, serta transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia yang ada di luar negeri.

Bendera Negara dikibarkan pula pada saat peringatan hari-hari besar nasional maupun peristiwa lain, diantaranya :

  1. Tanggal 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas);
  2. Tanggal 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional (hari berdirinya Boedi Oetomo);
  3. Tanggal 1 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila;
  4. Tanggal 28 Oktober, Hari Sumpah Pemuda;
  5. Tanggal 10 November, Hari Pahlawan;
  6. Peristiwa lain, suatu peristiwa besar maupun kejadian yang luar biasa yang sedang dialami bangsa Indonesia. Contohnya pada saat kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke daerah ataupun pada saat perayaan dirgahayu daerah.

Bendera Negara ini wajib dikibarkan setiap hari di:

  1. Istana presiden dan wakil presiden;
  2. Gedung atau kantor lembaga negara;
  3. Gedung atau kantor lembaga pemerintah;
  4. Gedung atau kantor lembaga pemerintah nonkementerian;
  5. Gedung atau kantor lembaga pemerintah daerah;
  6. Gedung atau kantor dewan perwakilan rakyat daerah;
  7. Gedung atau kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri;
  8. Gedung atau halaman satuan pendidikan;
  9. Gedung atau kantor swasta;
  10. Rumah jabatan presiden dan wakil presiden;
  11. Rumah jabatan pimpinan lembaga negara;
  12. Rumah jabatan menteri;
  13. Rumah jabatan pimpinan lembaga pemerintahan nonkementerian;
  14. Rumah jabatan gubernur, bupati, wali kota, dan camat;
  15. Gedung atau kantor atau rumah jabatan lain;
  16. Pos perbatasan dan pulau-pulau terluar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  17. Lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia; dan
  18. Taman Makam Pahlawan Nasional

Pengibaran Bendera Setengah Tiang?

Bendera setengah tiang ini berasal dari abad ke-17. Tradisi ini diperkenalkan para pelaut Inggris dan diikuti negara-negara lain hingga saat ini.

Saat mengibarkan bendera setengah tiang, bendera itu harus ditarik hingga mendekati puncak tiang untuk beberapa saat, dan kemudian diturunkan menjadi setengah tiang.

Ketika akan diturunkan, bendera itu harus dinaikkan mendekati puncak tiang, lalu diturunkan sepenuhnya.

Durasi pengibaran bendera setengah tiang dijelaskan sebagai sebagai berikut:

  1. Bendera negara dikibarkan setengah tiang selama 3 hari pada saat setelah wafatnya Presiden atau Wakil Presiden, mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden di seluruh wilayah NKRI dan seluruh kantor perwakilan Republik Indonesia yang ada di luar negeri. Hal ini wajib dilakukan oleh seluruh instansi baik pemerintah atau swasta, serta warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung, kantor dan/atau satuan pendidikan.
  2. Bendera negara dikibarkan setengah tiang selama 2 hari pada setelah wafatnya pimpinan lembaga negara dan menteri atau pejabat setingkat menteri. Pengibaran Bendera Negara setengah tiang ini hanya terbatas pada gedung atau kantor pejabat negara yang bersangkutan.
  3. Bendera negara dikibarkan setengah tiang selama 1 hari pada saat setelah wafatnya anggota suatu lembaga negara, kepala daerah ataupun pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah. Pengibaran Bendera Negara setengah tiang ini hanya terbatas pada gedung ataupun kantor pejabat yang bersangkutan.

Bendera negara juga bisa dikibarkan setengah tiang pada saat:

  1. Tanggal 26 Desember — memperingati Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004
  2. Tanggal 30 September — memperingati tragedi pengkhianatan G30S/PKI.
  3. Tanggal 12 Oktober — memperingati peristiwa Bom Bali I
  4. Berkala — pada hari setiap terjadinya bencana nasional maupun aksi terorisme yang menewaskan banyak nyawa.
  5. Hari berkabung lainya yang ditentukan pemerintah.

Apa Larangannya?

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 57 dijelaskan larangan terkait dengan perlakuan terhadap bendera merah putih, bunyinya :

Setiap orang dilarang untuk:
a. Mencoret, menulisi, menggambari, ataupun merusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, ataupun merendahkan kehormatan dari Lambang Negara;

b. Menggunakan Lambang Negara yang sudah rusak dan sudah tidak sesuai lagi bentuk, warna, dan perbandingan ukurannya;

c. Membuat lambang untuk perseorangan, suatu Parpol (partai politik), perkumpulan, organisasi dan/maupun perusahaan yang sama ataupun menyerupai Lambang Negara;

d. Menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Peraturan PerUndang-Undang ini.

Selain itu larangan yang terkait dengan perlakuan terhadap bendera negara juga ada dalm UU No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, yang berbunyi :

Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, atau membakar dan melakukan suatu perbuatan yang memiliki dan bermaksud untuk menodai, menghina, ataupun yang memiliki maksud untuk merendahkan kehormatan dari Bendera Negara sebagaimana yang ada dan dimaksudkan dalam Pasal 24 huruf a. Ia akan dipidana/ dihukum dengan pidana penjara paling lama selama 5 (lima) tahun atau didenda paling banyak sebanyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Itu tadi beberapa penelasan mengenai sejarah bendera merah putih dan aturannya, semoga bermanfaat untuk anda. Mari kita sungguh-sungguh menghormati bendera merah putih. dengan menghormati bendera merah putih juga sama dengan menghormati jasa para pahlawan dan kemerdekaan Indonesia.

Sumber : Wikipedia

Baca Juga Artikel Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here