Yuk Mengenal Lebih lanjut Investasi Syariah Indonesia di 2019 ini…

Apa Anda sudah tahu apa itu investasi syariah? Apa Anda sudah tahu apa saja perbedaan investasi syariah dan investasi konvensional? Apa Anda sudah tahu beberapa macam investasi syariah yang ada di Indonesia?

Semakin banyaknya masyarakat yang sudah tau tentang investasi syariah, produk investasi syariah pun sudah semakin banyak di pasar. Saatnya Anda mengetahui bagaimana investasi syariah yang ada di Indonesia.

Mengenal Investasi Syariah di 2019
source : google.co.id

Pertama-tama mari kita bahas tentang prinsip investasi syariah…

Mari kita bahas…. 🙂

Prinsip Dalam Investasi Syariah

Investasi syariah sudah semakin banyak pilihannya dan makin mudah juga diakses. Tapi, sebelum kita memulai investasi kita di investasi syariah, kita harus mengetahui apa prinsip investasi syariah itu sendiri.

Dalam pelaksanaannya, setiap investasi ataupun praktek keuangan syariah harus mengenal 3 prinsip umum dalam investasi syariah. Berikut ini merupakan penjelasan lebih dalam mengenai 3 prinsip umum dalam investasi syariah:

Prinsip Ke#1 Harus Terhindar Dari Riba.
Riba yang diharamkan oleh para ulama dan dilarang dalam Al-Qur’an yaitu riba jahiliyah. Riba Jahiliyah terjadi saat proses pinjam-meminjam barang atau uang dengan periode tertentu dan adanya riba atau tambahan.

Prinsip #2 Terhindar Dari Gharar.
Al-Gharar ini adalah “ketidakpastian”, maksudnya adalah ketidakpastian dalam transaksi muamalah.

Prinsip #3 Harus Terhindar Dari Maysir.
Investasi syariah pun harus terhindar dari maysir. Maysir secara harfiah adalah mendapatkan sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa bekerja atau bisa disebut juga judi.

Setelah mengetahui beberapa prinsip investasi di atas.. Mari kita lanjut membahas mengenai Macam – macam investasi syariah yang ada di Indonesia..

Berikut ini macam-macam investasi syariah yang ada di Indonesia.

#1 Deposito Syariah

Semakin banyakn bank syariah yang bermunculan di Indonesia. Dan tentunya bank tersebut membuat berbagai macam produk perbankan yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi sesuai dengan syariat Islam.

Salah satu produk bank syariah yang masih banyak diminati saat ini yaitu deposito syariah. Mekanisme deposito syariah ini cukup sederhana, nasabah memberikan modal kepada bank syariah untuk bisnis.

Bagaimana dengan pembagian hasil? Pembagian hasil nanti disepakati persen dikalikan hasil dan ada akad yang disetujui terlebih dahulu di awal dan hasilnya akan dibagi di akhir periode.

Kenapa banyak orang tertarik untuk berinvestasi di deposito syariah? kalau dilihat dari imbal hasilnya, deposito syariah ini lebih tinggi dibanding dengan tabungan syariah.

Biasanya, imbal hasil deposito syariah ini setara dengan suku bunga 6% hingga 12%. Angka ini didapat dari fakta deposito syariah di bank syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)

Tetapi, ada beberapa orang yang tidak cocok dengan skema deposito. Terutama yang suka dengan tantangan investasi di sektor non keuangan ataupun sektor riil.

#2 Reksadana Syariah

Investasi reksadana syariah ini menjadi alternatif investasi yang paling banyak diminati oleh para investor syariah. Imbal hasil dari reksadana syariah ini bisa lebih besar daripada reksadana konvensional.

Seperti yang kita ketahui, investasi reksadana sangat terjangkau, bisa mulai dari hanya Rp100.000.

Setiap enam bulan sekali, Bursa Efek Indonesia mengeluarkan Daftar Efek Syariah (DES) yang berubah-ubah statusnya sesuai dengan bagaimana kondisi perusahaan.

Reksadana sendiri adalah sebuah produk investasi yang berupa kumpulan aset (portofolio) yang dikelola manajer investasi. Aset atau portofolio dari reksadana syariah tersebut bisa berupa saham.

Obligasi, surat berharga hingga deposito yang semuanya dijalankan sesuai dengan prinsip syariah.

Reksadana syariah memiliki proses cleansing yang di reksadana konvensional tidak ada.

Proses cleansing adalah proses pembersihan kekayaan reksadana dari semua hal yang dapat mengganggu status kehalalan uang yang didapat dalam proses investasi berlangsung.

Siapa yang melaksanakan proses cleansing? Dewan Pengawas Syariah lah yang memiliki peranan penting dalam proses cleansing ini.

Dari proses cleansing ini, sebagian besar uang tidak langsung masuk ke pemilik modal, tetapi akan diarahkan pada hal-hal yang bersifat amal dan syatiah.

#3 Sukuk

Dalam investasi konvensional, Anda sering dengar yang Namanya obligasi? atau surat utang? dalam produk keuangan syariah, obligasi syariah disebut sukuk yang sesuai dengan prinsip syariah.

Sukuk ini sering digunakan pemerintah dan perusahaan untuk mencari modal. Dalam transaksi sukuk, pemberi pinjaman atau investor tidak menerima bunga.

Tetapi, terdapat imbal hasil yang timbul dari penggunaan dana yang diberikan melalui sukuk ini. Sukuk yang dikeluarkan pemerintah terdiri atas dua, yaitu sukuk tabungan dan sukuk ritel.

Perbedaannya hanya pada sifat dari masing-masing sukuk ini. Biasanya, sukuk ini memiliki imbal hasil di sekitar 8% per tahunnya dan pasti dijamin oleh pemerintah.

#4 Saham Syariah

Bagaimana dengan saham? Apa ada saham syariah? Ya, dalam Bursa Efek Indonesia sudah ada saham syariah.

Menurut Dewan Syariah Nasional (DSN), saham syariah adalah kepemilikan terhadap perusahaan dengan memakai prinsip syariah, tetapi bukan saham dengan hak istimewa.

Saham-saham syariah ini adalah saham dari perusahaan yang menjalankan aktivitas sesuai prinsip syariah.

Dalam Bursa Efek Indonesia, saham-saham syariah juga diperdagangkan dan rinciannya dapat dilihat di Daftar Efek Syariah.

Saham syariah diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang memastikan aktivitas perusahaan berada dalam prinsip-prinsip syariah.

Ketahui Investasinya dan Mulai Berinvestasi

Sekarang, Anda sudah tahu bahwa semakin banyak investasi yang sudah sesuai dengan prinsip Syariah. Tetapi, lebih baik sebelum Anda mulai berinvestasi Anda belajar terlebih dahulu mengenai investasi tersebut.

Selamat mulai berinvestasi…

Baca Juga : Tips investasi syariah