Mengenal Jenis-Jenis Rumah Adat Jawa Tengah

0
17

Jika berbicara mengenai rumah adat Jawa Tengah, secara otomatis orang-orang akan tertuju kepada joglo. Padahal rumah tradisional provinsi yang beribukota di Semarang ini, tidak hanya joglo saja.

Joglo sendiri seolah telah menjadi jati diri masyarakat Jawa, seperti rumah gadang bagi orang Minangkabau.

Beberapa desa di Jawa Tengah masih menggunakan Rumah Joglo sebagai rumah (tempat tinggal). Apabila anda berjalan-jalan di desa di Jawa Tengah, anda masih dapat menjumpai beberapa rumah Joglo yang masih asli. Namun jumlahnya sangat sedikit.

Di beberapa tempat, rumah ini ada yang dikosongkan dan digunakan untuk upacara ruwatan saja. Masyarakat lebih memilih membangun rumah yang lebih modern.

Berbagai rumah adat ini memiliki perbedaan masing-masing. Beberapa jenis rumah adat ini dapat anda pelajari di sini.

Namun, sebelum memahami jenis-jenis rumah adat ada lebih baiknya anda terlebih dahulu mempelajari sejarah dari rumah adat jawa tengah ini.

Meniliki Sejarah dan Berbagai Jenis Rumah Adat Jawa Tengah

  1. Rumah Adat Joglo
  2. Rumah Adat Panggang Pe
  3. Rumah Adat Tajug
  4. Rumah Adat Kampung
  5. Rumah Adat Limasan

Arsitektur dari bangunan Joglo ini biasanya khas sekali dengan arsitektur Jawanya. Namun, taukah jika sebenarnya arsitektur rumah adat ini dipengaruhi oleh budaya agama hindu. Apalagi Agama hindu kuno dulu memiliki banyak pengikut di Jawa Tengah.

Ajaran keagamaan yang dianut masyarakat turut mempengaruhi keadaan sosial masyarakat. Ternyata tidak hanya terbatas kondisi sosial semata. Namun juga karena kondisi arsitektur bangunan yang ada. Ini dapat anda amati dari bangunan yang ada.

Kebanyakan bangunan rumah adat yang masih asli hampir bisa disamakan dengan pura umat Hindu di India. Tak heran jika mengingat berkembangnya agama hindu pada masa itu. Lambat-laun ini mempengaruhi pada kondisi lingkungan.

Pengaruh ini terlihat tidak hanya dari paparan budaya yang menjadi ‘tradisi’ warga. Namun, anda juga bisa melihatnya dari bentuk rumah adat ini. Bentuknya yang seperti pura di India adalah warisan dari penganut Hindu di zaman dulu kala.

Berjalannya waktu, ada banyak jenis rumah adat yang berbeda satu sama lain. Ini dianggap sebagai salah satu bentuk penyesuaian terhadap perubahan. Jadi tidak heran ketika menemukan rumah Joglo yang berbeda-beda.

Berbagai Jenis Rumah Adat di Jawa Tengah

Jika kita telah membahas seputar sejarah rumah adat. Kali ini kita akan membahas berbagai jenis rumah adat Jawa Tengah yang mungkin belum anda ketahui.

1. Rumah Adat Joglo

Rumah adat jawa tengah
Sumber : www.google.co.id

Rumah joglo ini merupakan rumah adat Jawa Tengah yang paling tersohor/ terkenal dan familiar di masyarakat. Konon, zaman dulu hanya orang kaya dan terpandang saja yang mampu membangun joglo.

Dengan demikian, secara tidak langsung rumah adat ini menunjukkan status sosial & ekonomi pemiliknya.

Joglo terdiri atas berbagai model antara lain Joglo Pangrawit, Jompongan, Sinom, dan Hageng. Rumah ini bukan sekadar rumah hunian biasa. Setiap bagiannya mempunyai nilai-nilai filosofi yang tinggi.

  • Pendapa, yaitu bagian untuk menjamu para tamu.
  • Pringgitan, ruang tengah yang digunakan untuk tamu yang memiliki hubungan dekat dengan pemilik rumah.
  • Omah ndalem/ omah njero yaitu ruang tempat keluarga berkumpul dan bercengkrama.
  • Senthong atau kamar tidur yang terbagi senthong tengen (kamar kanan), kiwa (kiri), dan tengah.
  • Padepokan, digunakan sebagai tempat beribadah, menenangkan diri, tempat perlindungan, dan kegiatan ataupun ritual yang sakral.
  • Saka guru yaitu empat buah pilar utama sebagai penyangga rumah untuk mewakili empat arah mata angin yaitu timur, selatan, utara, dan barat. Di dalam saka guru ini terdapat tumpang sari yang disusun dengan pola yang terbalik.

Pintu rumah ada tiga. Tata letak pintu berada di tengah dan kedua sisi kanan dan kiri melambangkan kupu-kupu yang berkembang di dalam keluarga.

2. Rumah Penggang Pe

Rumah adat penggang pe
Sumber : www.google.co.id

Rumah adat penggang pe ini mempunyai empat atau enam tiang. Separuh tiang di bagian depan dibuat lebih pendek dari tiang di belakang. Menurut sejarah, rumah penggang pe dulunya digunakan sebagai tempat tinggal dan warung.

penggang pe ini juga memiliki beberapa jenis, diantaranya GEdhang Salirang, Empyak Setangkep, GEdhang Setangkep, Cere Gancet, Trajumas, dan Barengan.

Ketiga jenis pertama ini memiliki kesamaan yaitu dua buah rumah yang disatukan. Trajumas mempunyai enam tiang penyangga, dan barengan mempunyai dua atau lebih panggang pe yang berderet.

Rumah panggang pe sebagian besar terbuat dari kayu tanpa dicat dengan atap genting. Panggang pe masih dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah yang berdekatan dengan wilyaha D.I. Yogyakarta.

3. Rumah Tajug

Rumah adat jawa tengah
Sumber : www.google.co.id

Rumah adat tajug adalah rumah adat yang biasa digunakan sebagai bangunan suci seperti masjid/ tempat sakral serta bangunan-bangunan lain. Orang biasa tidak diperbolehkan membangun rumah adat ini karena disebabkan kekhususannya.

Biasanya rumah adat ini memiliki atap berbentuk runcing. Bentuknya bisa dikatakan seperti bujur sangkar. Untuk tipe sendiri tidak hanya ada satu tipe. Total tipe/ macam rumah adat tajug ini hingga ada 13 tipe.

Ada banyak jenis rumah tajug yang dikenal antara lain Semar Sinongsong, Lambang Sari, Mangkurat, dan Semar Tinandu.

Salah satu bentuk rumah tajug yang masih ada dan masih disaksikan hingga saat ini yaitu Masjid Agung Demak yang didirikan oleh Walisongo pada masa Kerajaan Demak.

4. Rumah Kampung

Rumah adat jawa tengah
Sumber : www.google.co.id

Rumah kampung berbentuk hampir serupa dengan rumah adat panggang pe. Rumah ini mempunyai dua teras di depan dan di belakang. Ciri khusus lainnya adalah, rumah kampung mempunyai tiang yang berjumlah dari kelipatan 4, jumlahnya mulai dari 8, 12, 16, dan seterusnya.

Rumah adat ini ada sekitar lebih kurang 13 tipe. Beberapa tipe yang ada seperti Pacul Gowang, Gajah Ngombe, Kampung Pokok dan lain-lain. Rumah adat ini biasa dimiliki oleh kalangan orang biasa.

5. Rumah Limasan

Rumah adat jawa tengah
Sumber : www.google.co.id

Kenapa disebut rumah adat Limasan ? Ini karena atapnya yang berbentuk Limas. Atap dari rumah adat ini memiliki empat sisi. Rumah ini cukup sering ditemukan di Jawa.

Ada beberapa tipe limasan yang dikenal di masyarakat antara lain Semar Pindohong, Gajah Mungkur, Klabang Nyander, dan Limasan Lawakan.

Nah, itu tadi beberapa jenis rumah adat Jawa Tengah yang masih dapat dijumpai saat ini.

Indonesia memang kaya akan kebudayaannya. Kekayaaan-kekayaan budaya inilah yang patut untuk kita jaga. Sehingga nantinya tidak hilang tergerus jaman.

Baca Juga Artikel Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here