Pemuda Yang Tak Mengharapkan Surga.

0
58
Pemuda Yang Tak Mengharapkan Surga.

Pemuda yang tak mengharapkan surga.

Apakah anda mengenal atau pernah mendegar tentang Uais Al- Qarni.? Uais Al Qarni adalah sesosok pemuda yang kurang dikenal atau bahkan tak ada yang mengenal, akan tetapi nama pemuda ini sangat harum di langit. Dilangit pun nama Uais Al Qarni ini menjadi perbincangan para malaikat.

Akan tetapi sebaliknya dibumi, sesosok pemuda ini malah dianggap oleh orang-orang adalah pemuda yang gila. Pemuda yang bernama Uwai al Qarni ini hidup pada masa Rasululloh dan tinggal di negeri Yaman. Pemuda yang Hidupnya sangat menderita dan miskin ini mempunyai penyakit kulit yang mana seluruh kulit dibadannya mengalami belang belang.

Uais pun tinggal tak sendirian , uais tinggal bersama ibunya yang sudah berusia senja. Apapun yang menjadi permintaan ibunya uais selalu memenuhi permintaan ibunya. Hingga tiba suatu ketika sang ibu mempuny apermitaan yang sangat sulit untuk ia kabulkan.

Sang ibu yang sudah menginjak usia senja ini berkata kepada Uais anaknya “Wahai ananda , ibu ini sudah tua, Ibu rindu melihat ka’bah, Ibu rindu untuk melakukan ibadah Haji. Mungkinkah engkau bisa bawa ibumu ini ke tanah suci”.

Merasakan permintaan Ibu yang sangat serius, Uais sebenarnya tidak ingin mengecewakan ibunya. Dengan kondisi hidupnya yang sangat miskin dan tida memiliki unta, membuat harapan Ibunya seakan mustahil untuk diwujudkan.

Baca juga : https://www.ktinpremium.id/warga-desa-sobayan-tanam-tanaman-obat/

Tapi Uais tidak kehabisan akal. Kondisi hidunya yang menderita dan miskin tidak menjadikan alasan dan dalih untuk tidak bisa menolak permintaan ibunya yang tersayang. Pada akhirnya Uais membeli seekor anak lembu dan ia pun membuat kandang lembu dipuncak bukit. Dan inilah sebab kenapa orang orang menganggap uais gila.

Tetapi setelah delapan bulan kemudian baru tejawab sudah kenapa Uais melakukan itu. Uais membeli seekor anka lembu sebagai latihan fisik agar otot ototnya menjadi kuat. ibarat ibu hamil yang tidak terasa bayi yang dikandungnya semakin hari semakin besar. Uais pun seakan tidak percaya kalau dia sekarang sudah mampu mengangkat beban yang sangat berat.

Maka lembu yang sudah besar itu Uais jual untuk biaya perjalanan dan ia menggendong Ibunya dengan berjalan kaki dari Yaman sampai ke Mekkah. Ketika sampai dimekkah , sang ibu yang sudah senja itu mulai berlinag air mata. Sang ibu terharu dengan pengabdian anaknya yang sangat luar biasa. sesampainya ditempat yang mustajabah,Sang ibu mendengar anaknya Uwais sedang memanjatkan doa. “Ya Allah, Masukkan Ibukku ke dalam Syurga”.

Mendengar doa Uwais seperti itu sang ibu berkata kepada ankanya “Kenapa engkau tidak berdoa kepada dirimu nak? kenapa ibu saja yang engkau doakan” sang anak pun menjawab “Dengan ibu masuk surga, ibu akan ridho kepadaku, maka cukup dengan ridho ibu yang akan mengantarkanku kesurga”.

Mendengar jawaban sang anak seperti itu, sang ibu pun semakin kagum terhadap anaknya. Tanpa Ia berdoa kesembuhan atas penyakit kulit yang dideritanya smbuh seketika. Kecuali hanya bulatan kecil yang ada pada tangannya sebagai tanda ketika Saydina Umar dan Sayidina Ali mencari siapa Uwais al Qarni karena Rasulullah memerintahkan Umar dan Ali untuk mencari Uwais, meminta untuk didoakan oleh Uwais karena doa Uwais diterima oleh Allah.

Uwais memang tidak mendoakan surga. ia hanya mecari Ridho Ibunya. Tetapi tahukah anda yang didapat oleh Uwais? dan ternyata Uais tidak hanya masuk surga, ia juga diberi syafaat sehingga mampu mebawa orang lain masuk kedalam syurga bersama sejumlah bilangan manusia dalma suku Mudhar dan Rabi’ah ( dua suku terbesar dalam bangsa arab).

Cerita Uwais al-Qarni ini disarikan dari Pengajian Syarah Hikam Ibnu ‘Ibad Ar-Randy bersama Abi Zahrul Fuadi Mubarak (Wadir I Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga) Ramadhan 1437 H/ 2016 M.

lebih menarik baca disni : https://www.ktinpremium.com/

Pemuda Yang Tak Mengharapkan Surga.
Mari menjadi pemuda yang bermanfaat
Sumber : www.google.co.id

Semoga dengan cerita diatas kita bisa berbakti kepada kedua orang tua kita terutama Ibu kita. Karena Ridho seorang ibu adalah ridho illahi. dan murka seirang ibu adalah juga murka sang ilahi.

Maka berbaktilah kepada orang tua mu. Meskipun kedua orang tua sudah tidak ada, sebagai anak yang solih solihah adalah selalu mengirimkan do,a kepada ornag tua kita..

Semoga kita dijadikan pemuda yang bermanfaat.