pengaruh riba dan bahayanya
pengaruh riba dan bahayanya

30 Pengaruh Riba dan Bahayanya – Barangkali sudah jelas bahwa praktek riba adalah tindakan yang tercela, berdosa, haram bahkan sampai disetarakan dengan perbuatan perzinaan.

Dengan ini, maka wajar pula bila efek atau implikasinya pun sangat bahaya baik bagi pelakunya sendiri, lingkungannya, maupun bagi stabilitas ekonomi dimana ia hidup.

Tapi apa sajakah pengaruh dan implikasi itu?. Setidaknya Anda tahu 30 pengaruh riba dan bahayanya sebagaimana yang penulis kutip dari kitab al-Riba: Adhraruhu wa atsaruhu di dhui’ al-Kitab wa al-Sunah. Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak penjelasan berikut ini!.

30 Pengaruh Riba dan Bahayanya

pengaruh riba dan bahayanya
source : google.com

Pertama, riba mempunyai bahaya akhlak dan ruhaniyah. Karena riba, seseorang menjadi rakus dan bakhil, hatinya keras dan parahnya lagi ia telah menjadi budak harta.

Kedua, riba membahayakan masyarakat. Buktinya yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Semua transaksi diembel-embeli dengan janji yang menggiurkan, namun justru menghancurkan harapan dan mentalitas masyarakat secara perlahan.

Baca juga : Riba Dalam Keputusan Fatwa MUI

Ketiga, riba bisa mengsusik dan memperlambat stabilitas ekonomi.

Keempat, merusak harapan masyarakat Islam.

Kelima, riba berpotensi melemahkan kemampuan atau skill seseorang.

Keenam, banyak orang lulus namun menjadi pengangguran tanpa pekerjaan karena praktek riba ini.

Ketujuh, praktek ekonomi menjadi bahan memperkaya diri dan keborosan secara masif.

Kedelapan, secara tidak langsun, praktek riba telah menaruh harta kekayaan kaum muslimin di atas aturan para musuh-musuh yang tak bertanggung jawab.

Kesembilan, praktek riba merupakan bagian dari aktivitas orang Yahudi yang tersesat.

Kesepuluh, riba merupakan akhlak orang-orang jahiliyah.

Kesebelas, orang pemakan riba kelak di hari kiamat akan dibangkitkan seperti orang gila (Qs. al-Baqarah [2]: 275).

Keduabelas, riba akan memusnahkan pelakunya (Qs. al-Baqarah [2]: 276).

Ketigabelas, bertransaksi dengan riba itu sama saja telah menabuh genderang perang dengan Allah dan Rasul-Nya (Qs. al-Baqarah [2]: 267-278).

Keempat belas, pelaku riba menunjukkan lemahnya ketakwaan (Qs. Ali Imran [3]: 130-132).

Kelimabelas, memakan riba tele menjerumuskan pelakunya kepada jurang laknat.

Keenam belas, pemakan riba seteleh matinya akan diazab dengan dimintai berenang di sungai darah, lalu mulutnya dimasuki pohon kemusian dikembangkan di tengah-tengah sungai berdarah itu. (HR. Bukhari).

Ketujuh belas, memakan riba bagian dari perusak yang paling besar (HR. Muttaafaqun’alaih).

Kedelapan belas, memakan riba itu menjadi sebab masuk dalam lingkaran azab. (HR. Hakim).

Kesembilan belas, riba merupakan satu pintu sari 73 pintu keburukan. (HR. Hakim).

Kedua puluh, riba merupakan bentuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya (Qs. al-Nur [24]: 13 dan Qs. al-Nisa’ [4]: 18].

Kedua puluh satu, pelaku riba telah diancam dengan masuk ke dalam neraka jika tidak segera bertaubat (Qs. al-Baqarah [2]: 275).

Kedua puluh dua, Allah tidak menerima shadaqah dari hasil riba. Sebagaimana keumuman hadist yang menyatakan: “Allah itu bersih, dan tidak menerima kecuali yang bersih dan baik saja.” (HR. Muslim).

Kedua puluh tiga, doa pelaku tiga tidak akan terkababul (HR. Muslim).

Kedua puluh empat, memakan riba menjadi sebab kerasnya hati dan riya (Qs. al-Muthaffifin [83] 14].

Kedua puluh lima, memakan riba merupakan sebab terhalangnya dari (datangnya) kebaikan-kebaikan (Qs. al-Nisa’ [4]: 160-161).

Kedua puluh enam, memakan riba merupakan tindakan kezaliman, dan kezaliman merupakan kegelapan (Qs. Ibrahim [14]: 43-45).

Kedua puluh tujuh, pemakan riba akan terhalangi dari pintu kebaikan pada umumnya (HR. Muslim).

Kedua puluh delapan, riba bisa membunuh rasa kemurahan di mata manusia.

Kedua puluh sembilan, ruba itu bisa menyebabkan permusuhan dan pertengkaran.

Ketiga puluh, riba bisa menjerumuskan manusia ke dalam kerusakan dan peperangan.

Demikianlah beberapa dampak sekaligus pengaruhnya terhadap pelakunya bahkan bagi orang-orang di sekitarnya, termasuk mentalitas masyarakat di mana praktek riba tersebut mengakar.

Dengan mengetahui beberapa dampak negatif dari transaksi riba sebagaimana di atas, kita semakin berhati-hati dan menjaga diri dari tergiur dari hal-hal yang Dzahirnya menguntungkan namun batinnya berbalut riba yang merugikan. Amin.

Demikianlah artikel yang berjudul 30 Pengaruh Riba dan Bahayanya. Semoga kita terbebas dari bahaya dan dosa akibat perbuatan riba yang dilaknat Allah SWT.

Silahkan bagikan artikel ini apabila bermanfaat, dan supaya lebih bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga : Macam-Macam Riba dan Hukumnya dalam Islam

BERIKAN TANGGAPAN

Silahkan berikan tanggapan Anda!
Silahkan ketik nama Anda di sini