Properti Syariah Murni

Mengenal lebih jauh KPR syariah murni 100%

KPR syariah Murni 100% masih banyak yang belum dipahami dengan baik oleh banyak orang. Tidak sedikit yang menganggap bahwa ketiadaan bunga (interest) sudah merupakan pemahaman yang tuntas tentang konsep tanpa riba. Padahal riba bisa muncul dari aktivitas lain yang sayangnya tidak banyak disadari oleh masyarakat.

Sebenarnya bukan hanya konsep tanpa riba saja yang perlu dipahami, disadari, dan diwaspadai oleh masyarakat. Ada beberapa pemahaman lain yang harus benar-benar jelas dipahami agar masyarakat tidak terjerumus pada aktivitas maksiat secara tidak sadar karena minimnya informasi.

1. Tanpa Riba

Kita tahu riba adalah salah satu sistem ekonomi sekuler-kapitalistik yang terbukti hanya membawa kesengsaraan dan semakin memisahkan jurang pembeda antara si kaya dan si miskin.

Konsep tanpa riba kami adalah gagasan utama yang diemban oleh developer properti syariah sebagai bagian dari solusi kepemilikan properti untuk masyarakat. Kesadaran masyakat Indonesia yang mayoritas muslim akan pentingnya memastikan setiap transaksi yang dilakukan bebas dari riba semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Akan tetapi menghadirkan pemahaman bertransaksi bebas unsur riba pada pemilikan properti adalah sesuatu hal yang baru bahkan di awal mula kehadirannya dianggap sebagai kemustahilan. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu semakin terlihat bahwa selalu ada solusi bagi mereka sungguh-sungguh dan totalitas dalam berikhtiar. Termasuk S Premium untuk mewujudkan kepemilikan properti secara syar\\\’i bebas riba.

2. Tanpa KPR Bank

Tidak banyak masyarakat yang menyadari bahwa salah satu pintu utama kokohnya riba di tengah-tengah masyarakat adalah keberadaan bank dan keterlibatannya dalam transaksi-transaksi strategis yang dilakukan masyakat. Bank menjadi alat yang efektif bagi sistem ekonomi sekuler-kapitalistik untuk mengeruk dana masyarakat dan mengokohkan riba untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat.

Konsep Tanpa KPR Bank yang dibawa oleh Developer Properti Syariah (DPS) adalah dengan meniadakan peranan perbankan dalam aktivitas pembiayaan dan kredit KPR lainnya yang bersinggungan dengan hal yang prinsip serta membahayakan aqidah masyarakat. Keberadaan Bank Syariah pun tidak menjadi solusi nyata untuk membebaskan masyarakat dari aktivitas-aktivitas ekonomi bertentangan dengan Syariat Islam. Adapun aktivitas teknis semisal menggunakan jasa transfer uang atau transaksi lainnya yang tidak membahayakan aspek-aspek prinsip aqidah, masih dapat untuk dimanfaatkan.

3. Tanpa Denda

Konsep berikutnya yang menjadi pembeda mendasar kami sebagai Developer Properti Syariah dengan Developer Properti Konvensional adalah Konsep Tanpa Denda. Kebanyakan orang memiliki pandangan yang keliru tentang denda. Dalam konteks transaksi pemilikan properti konvensional, denda muncul sebagai konsekuensi yang harus ditanggung oleh konsumen yang diakibatkan karena adanya keterlambatan pembayaran cicilan dalam skema kredit. Banyak yang menganggap denda ini adalah suatu hal yang wajar. Padahal, dari sudut pandang Syariat Islam, denda semacam ini adalah terlarang dan merupakan bagian dari riba yang jelas-jelas maksiat dan dilarang dalam Islam.

4. Tanpa Sita

Pada saat pembeliaan dilakukan dengan kredit, maka tidak aka nada yang tahu masa depan dari masing-masing individu. Sehingga kemungkinan kesulitan keuangan atau kebangkrutan bias saja datang. Maka S Premium disini bila pembeli (debitur) kesulitan keuangan, maka Tidak Akan Disita dan diberi waktu diskusi dengan team Management serta menganalisa masalah tersebut untuk dicarika solusi terbaik.

5. Akad Bermasalah

Konsep yang tidak kalah penting yang diemban oleh Developer Properti Syariah adalah konsep tanpa akad bermasalah. Seringkali masyarakat calon pembeli properti tidak mengerti kejelasan akad yang mereka lakukan ketika hendak membeli properti. Sebagai contoh adanya barang agunan dalam transaksi kredit. Umum ditemukan pada transaksi kredit pemilikan properti konvensional barang yang diagunkan adalah properti yang ditransaksikan, padahal dalam Islam hal seperti ini adalah dilarang dan menyebabkan akad menjadi bathil. Dalam transaksi kredit syariah murni 100%, kejelasan akad seperti ini menjadi hal yang penting untuk diketahui agar akad transaksi bebas dari masalah.

6. Tanpa Asuransi

Karena asuransi sama dengan judi dikarenakan ada unsur ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam berakad, maka di S Premium tidak memakai asuransi apapun karena asuransi juga haram yang didalamnya ada riba, ghoror, maysir, dan lain-lain.

7. Konsep Tanpa Akad Bermasalah

Konsep perumahan Konvensional yaitu orang memiliki uang tapi tidak bisa membeli rumah karena masalah BI Checking. Tetapi K-Tin Premium menghapuskan semua itu dan sehingga diharapkan pembeli bersedia membeli dan memiliki kemampuan membayar, dan K-Tin Premium menerima dengan baik.

Untuk Informasi Lebih Lanjut

Jangan ragu untuk menghubungi, kami hadir untuk Anda

Klik tombol di bawah ini untuk live chat via Whatsapp.