Usaha Cacing Yang Menggiurkan di Tahun 2019

0
231
peluang usaha cacing

Hewan yang satu ini mungkin dikalangan banyak masayararkat dikenal sebagai hewan yang menjijikan. Tapi disisi lain hewan ini mempunyai segudang potensi hasil rupiah yang sangat besar. Hewan ini juga mempunyai manfaat bagi kesehatan juga kecantikan
nah sebelum lebih jauh mari kita lebih dulu menengenali beberapa jenis cacing yang bisa dibudidaya.

Berikut Beberapa Jenis Cacing Tanah Yang Bisa Diternak / Dibudidayakan

Jenis Cacing Tanah Eisenia fetida

Ukuran tubuh cacing ini berkisar antara 7-8 cm dan berwarna coklat kemerahan dengan segmen berwarna cerah sehingga biasa disebut cacing Tiger atau cacing merah. Cacing ini tubuhnya berbentuk silindris dan gerakannya lamban.

Cacing ini biasanya ditemukan pada tumpukan bahan organik, sampah rumah tangga, atau di bawah batang pisang yang membusuk. Cacing ini juga termasuk dalam cacing budidaya dari Eropa yang cukup terkenal karena ketahanannya hidup di temperatur 18 – 27°C.

Jenis Cacing Tanah Lumbricus rubellus

Lumbricus rubellus atau cacing ekor kuning merupakan jenis cacing asal Eropa yang paling banyak dibudidayakan dan biasa digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, pakan hewan, serta konsumsi bagi manusia. Cacing yang biasa hidup di atas permukaan tanah ini memiliki ukuran tubuh yang kecil dengan panjang 8 – 14 cm.

Warna tubuh cacing pada bagian punggung berwarna cokelat cerah hingga ungu kemerahan, perut berwarna krem, serta ekor kekuningan. Bentuk tubuh membulat dengan panjang agak memipih. Gerakannya lamban dan memiliki kadar air dalam tubuh sekitar 70-78%.

Jenis Cacing Eudrilus eugeniae

Cacing yang disebut African Nightcrawler ini biasa dibudidayakan untuk diambil kascingnya. Cacing berwarna merah keunguan ini hanya dapat hidup di temperatur 24-30°C, namun mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi.

Cacing African Nightcrawler mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari cacing ekor kuning dan bisa mencapai panjang 20 cm.

Jenis Cacing Tanah Perionyx exavatus

Cacing ini merupakan cacing lokal yang bentuknya seperti kalung sehingga biasa disebut cacing kalung. Ukuran tubuhnya relatif lebih besar dibandingkan dengan jenis cacing-cacing lainnya.

Bentuk tubuhnya membulat, berwarna coklat keunguan, dan sedikit kelabu. Cacing jenis ini biasa hidup di sekitar kotoran ternak dan di bawah batang pisang yang membusuk.

Jenis Cacing Tanah Pheretima sp.

Cacing lokal yang memiliki warna tubuh kuning kecoklatan, gerakannya lamban, dan melingkar jika tubuhnya disentuh ini biasa disebut cacing koot.

Ukuran tubuh cacing pheretima sp ini sedikit lebih pendek dari cacing kalung. Cacing ini biasanya digunakan sebagai umpan pancing.

Jenis Metaphire Longa

Cacing ini memiliki warna tubuh berwarna hitam dan memiliki segmen nyata seperti sisik. Ukuran tubuhnya lebih besar jika dibandingkan dengan jenis cacing lokal lainnya dan bisa mencapai panjang 1,5 meter.

Cacing yang biasa disebut cacing sondari ini seringkali terlihat menaiki batang pohon pada malam hari dan mengeluarkan suara lengkingan.

Jenis Cacing Tubifex sp.

Cacing sutera memiliki tubuh yang kecil, lunak, dan lembut seperti sutra. Cacing ini berukuran sekitar 1-2cm dan senang hidup berkelompok. Cacing sutera dapat ditemukan pada saluran air atau kubangan air berlumpur yang bergerak perlahan.

Cacing sutera biasa digunakan untuk pakan ikan hias atau bibit ikan karena kandungan proteinnya yang tinggi.

nah salnjutnya kita bahas apa to makannan cacing tersebut..?

Makanan cacing ini sangat mudah ditemukan disekitar kita. Sumber – sumber makanan bagi cacing antara lain :

  1. kotoran hewan ternak
  2. serta sisa sisa sayuran rumah tangga yang tidak lagi digunakan.
    nah sekarang bagaimana kita membudidyakan cacing tersebut.
    siapkan bahan bahan sebagai berikut :
  3. Tempat atau media untuk acing tersebut.
    Bisa terbuat dari kotak kayu atau kernajaan buah yang dilapisi kain atu karung.
  4. Bibit
    Pilihlah bibit yang unggulan agar ternak bisa berhasil secara maksimal.
  5. Pakan
    Pakan dapat kita dapat dari kotoran hewan yang antara lain kotoran sapi kambing atau kelinci. Juga dapa pakai limbah sayuran rumah tangga yang telah membusuk. Dan yang terakhir yaitu ampas tahu.

Perkiraan Pengeluaran Modal untuk Usaha Ternak Cacing

Siapa bilang usaha cacing bisa dilakukan dengan asal-asalan? Mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa cacing bisa dibudidayakan dengan cara yang sembarangan, mengingat keberadaannya yang memang dianggap tidak begitu penting.

Padahal analisa usaha ternak cacing tetap harus dilakukan agar semua harapan Anda dapat terwujud. Modal usaha cacing tersebut sebagai berikut:

Modal Biaya Tetap Usaha Ternak Cacing

Sewa lahan sekitar luas 100 m2 per tahun = Rp 750.000
Kandang dari bamboo sepanjang 80 m2 = Rp 2.500.000
Rak penyimpan = Rp 300.000 x 10 buah = Rp 3.000.000
Total modal biaya tetap = Rp 6.250.000

Biaya Operasional Usaha Ternak Cacing

Bahan media hidup cacing = Rp 300.000 x 6 ton = Rp 1.800.000
Plastik = Rp 1600 x 200 m = Rp 1.200.000
Pelepah pisang yang sudah dicincang = Rp 30.000 x 5 karung = Rp 150.000
Benih cacing = Rp 35.000 x 40 Kg = Rp 1.400.000
Pakan dari limbah sayuran = Rp 500 x 5000 = Rp 2.500.000
Tenaga kerja untuk membantu usaha ternak cacing = Rp 1.000.000 x 2 orang x 4 bulan = Rp 8.000.000
Total biaya operasional = Rp 15.050.000,00

Biaya Penyusutan

Penyusutan 4 bulan selama sekitar 3 tahun investasi modal tetap, yaitu:
Biaya kandang = 4/36 x Rp 2.500.000 = Rp 275.000
Rak penyimpan cacing = 4/36 x Rp 3.500.000 = Rp 380.000
Total biaya penyusutan = Rp 655.000,00

Potensi Keuntungan dari Hasil Usaha Ternak Cacing

Menghitung potensi keuntungan tentunya dapat memberikan harapan pada Anda akan target yang harus dicapai. Setidaknya Anda akan terus semangat dan tidak berhenti di tengah jalan meski dengan berbagai hambatan.

Inilah yang disebut dengan analisa usaha ternak cacing sebagai contoh target dalam menjadi pengusaha pemula. Potensi keuntungan tersebut ialah sebagai berikut:

Rata-rata harga cacing per Kg = Rp 80.000.000 Hasil produksi cacing yang dapat dipanen selama 4 bulan = Rp 80.000 x 600 Kg = Rp 48.000.000

Keuntungan = Rp 48.000.000 – Rp 15.050.000 – Rp 655.000,00 = Rp 32.295.000,00

Keuntungan dari cacing sebanyak Rp 32.295.000,00 dibagi 4 bulan berarti asumsi per bulan mendapat Rp 8.073.750,00, berarti asumsinya investasi tetap modal untuk Rp 6.250.000,00 pun sudah kembali.

Nah sudah tahu kan berapa hasil yang didapat dari hitung hitungan diatas. Selamat mencoba.

Baca juga : Argowisata Penambah Perekonomian Boyolali